‘Cakrawalaku Islam

tanggapan dari muslim ahmadi’

Sedemikiankah Ahmadiyah?

Assalamualaikum,,wr, wb,Tulisan salah seorang ahmadi* yg di muat di Radar Tasikmalaya, Rabu 1 Agustus 2007

Judul: Sedemikiankah Ahmadiyah?

*Vickar M. Ahmad, salah seorang jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya

Para pembaca yang budiman! Semoga kita semua berada dalam lindungan Allah SWT. Menanggapi tulisan Nandang Setiawan yang bertajuk “Menumpas Gerakan Ahmadiyah”, yang dimuat di koran ini tanggal 26 Juni 2007, saya sebagai salah satu anggota jemaat Ahmadiyah merasa berkewajiban memberikan penjelasan tentang ajaran jemaat Ahmadiyah. Semoga usaha saya bisa memberikan manfaat kepada para pencari kebenaran.

Menurut hemat saya, para aparat sudah menjalankan tugas dan kewajibannya dalam kasus jemaat Ahmadiyah di Indonesia tentang perbuatan anarkis yang dilakukan oleh pihak yang tidak menyukai keberadaan jemaat Ahmadiyah seperti pengerusakan mesjid-mesjid Ahmadiyah, kantor-kantor organisasi jemaat Ahmadiyah. Karena menurut hukum yang berlaku di Indonesia, hal itu tidak dibenarkan. Sudah jelas tentang kebebasan beragama dijamin oleh negara dalam Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas menyatakan dalam Bab XI, Pasal 29. Jadi, para aparat memihak kepada hukum yang berlaku bukan pada jemaat Ahmadiyah.

Jemaat Ahmadiyah adalah gerakan dalam Islam yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1889 atau tahun 1306 Hijrah. Beliau lahir di Qadian, India, tanggal 13 Februari 1835 bertepatan dengan 14 Syawal 1250 Hj. Dan berpulang ke rahmatulloh pada tanggal 26 Mei 1908. Misi-misi dan pusat pertabligan jemaat Ahmadiyah selain didapati di Pakistan, India dan Bangladesh tersebar pula di seluruh pelosok dunia seperti di Amerika dengan Mesjid-mesjidnya di Dayton, Chicago, Washington dan beberapa kota di Canada dan lain-lain. Di benua Eropa kita dapati mesjid-mesjid Ahmadiyah di kota London, di Kota Zurich, Den Haag, Frankfurt dan Hamburg, Kopenhagen, Gotenberg, Madrid dan lain-lain.

Di benua Afrika di bagian Barat dan Timur benua itu, missi-missi Jemaat Ahmadiyah telah banyak membangun proyek-proyek pendidikan dan kesehatan. Seperti di Nigeria, Ghana, Siera leon, Gambia, Pantai gading, Kenya , Zambia, Uganda, Tanzania, Mauritius dan lain-lain. Demikian pula terdapat pusat-pusat missi dan mesjid-mesjid di Guyana, Trinidad, Suriname, Kep. Fiji, Srilanka, Malaysia, Singapore, Filipina, Jepang dan lain-lain.

Menusuk dada Dajjal dengan tombak di tengah-tengah dadanya dengan mendirikan mesjid-mesjid di tengah negara-negara Kristen oleh Imam Mahdi seperti dalam sebuah Hadist telah jadi nyata. Jemaat Ahmadiyah juga telah menterjemahkan Al-Quran lebih dari 100 bahasa di dunia supaya ajaran Islam dapat dipahami dan diamalkan oleh semua bangsa. Ahmadiyah telah mempergunakan 4 Satelit dalam berdakwah ke seluru dunia dalam sebuah stasiun televise, MTA (Moslem Television Ahmadiyya), secara 24 jam non stop terus-menerus mengenalkan keindahan-keindahan ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia. Semua dana yang dibutuhkan untuk kegiatan dakwah Ahmadiyah berasal dari pengorbanan harta para angota jemaat Ahmadiyah yaitu sebesar 1/16 sampai 1/10 dari penghasilan masing-masing sebulan inilah salah satu tanggapan pers mingguan “Life” Amerika, 9 Mei 1955, menulis :”Belum lama beberapa lama umat Islam masih belum punya suatu gerakan teratur dan terorganisir dengan baik di bidang dakwah akan tetapi mereka dengan perhatiannya terhadap teknik dakwah misi-misi Kristen golongan Islam yang paling kuat paling dinamis dan hidup diantara semua orang Islam adalah golongan Ahmadiyah yang berpusat di Pakistan yang memililki pusat-pusat dakwah di seluruh Eropa, Afrika, Amerika dan Timur Jauh. Di beberapa daerah di mana missionary-missionary Kristen dan mubalig-mubalig Islam Ahmadiyah berlomba-lomba dalam dakwah. Maka hasil yang di capai ialah apabila seorang berhasil dimasukan ke dalam Kristen, maka sepuluh orang lainnya masuk agama Islam (Ahmadiyah)”. Majalah “Life” terbit di Amerika dengan oplah 55 juta exemplar dibaca oleh berbagai bangsa dan agama di dunia. Salah satu tugas Imam mahdi turun adalah untuk mematahkan Salib, artinya membatalkan aqidah Kristen yang telah mengimani bahwa Tuhan mempunyai anak, Isa a.s. Jemaah Ahmadiyah berkeyakinan Nabi Isa tidak wafat di atas salib tetapi wafat secara wajar di Kashmir dalam usia 120 tahun, beliau selamat dari penyaliban.

Jadi kepercayaan Nabi Isa a.s. Hidup di langit dengan jasad kasarnya oleh umat Islam umumnya saat ini secara tak sadar ikut mendukung aqidah Kristen. Lagi pula Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 144: “Dan Muhammad tiada lain melainkan seorang Rasul, sesungguhnya telah berlalu rasul-rasul sebelumnya”. Jadi maksud sebenarnya dari ayat tersebut di atas jelas sekali, bahwa rasul yang datang sebelum Muhammad Saw semuanya sudah wafat.

Kebenaran pendakwaan hadhrat mirza Ghulam Ahmad sebagai Almasihul Mau’ud dan Imam Mahdi dapat diuji dengan Al Quran Hakim dan hadist-hadist nabi Muhammmad Saw. Jika penyelidikan demikian tidak memberikan kepuasan dapat diminta petunjuk langsung dari Allah SWT dengan jalan shalat Istiharah yang dilakukan dengan khusyu dan ikhlas.

Bukankah firman Allah SWT dalam surat Al-Haqqah ayat 45-46: “Seandainya dia mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian pasti Kami potong urat nadi jantungnya”. Menurut ayat ini jika seseorang mengaku mendapat wahyu dari Allah SWT padahal pendusta, maka Allah sendiri akan membinasakannya. Orang yang mendapat wahyu dan ilham kemudian mendakwakan dirinya sebagai nabi dan rasul ia harus hidup sekurang-kurangnya 23 tahun (dihitung sejak menerima wahyu). (Kitab Nibras halaman 444). Sejak menerima wahyu pertama (1871), hadhrat mirza Ghulam Ahmad berumur lebih dari 23 tahun (wafat 1908).

Jelaslah sudah kalau Ahmadiyah tiada beda dengan muslim dari golongan lainnya dalam cara beribadah, kami melakukan rukun Islam yang 5 dan mengimani rukun Iman yang 6. Perbedaannya, terletak pada aqidah bahwa aqidah imam mahdi atau Isa yang dijanjikan itu telah turun dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Beliau a.s saat permulaan hanyalah seorang diri namun berkat karunia Allah, pengikut beliau a.s sekarang telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Di bawah seorang Khalifah yang sekarang berpusat di London, Inggris. Jemaat Ahmadiyah memperluas propaganda dakwahnya, menyiarkan Islam ke semua bangsa di dunia. Jemaat Ahmadiyah bukanlah organisasi politik, kami semata-mata hanyalah memperjuangkan agama Islam. Missinya adalah kembali memenangkan Islam di atas semua golongan agama di dunia dan kemajuan yang diperoleh jemaat Ahmadiyah dari hari ke hari membuat kami yakin akan hal itu. Bahwa Islam sekali lagi akan mengalami kejayaan karena itu sudah merupakan janji Allah SWT dan siapa sebaik-baik pembuat janji selain Allah Swt?

Itulah sekilas mengenai jemaah Ahmadiyah yang telah di cap kafir, sesat dan menyesatkan di bumi Indonesia. Karena dorongan rasa cinta terhadap sesama manusia saya menyarankan jangan terlalu berani menyebut seseorang atau sebuah golongan dengan sebutan kafir karena dalam sebuah hadist Bukhari Nabi Muhammad saw bersabda : “Barang siapa memanggil atau menyebut seseorang itu kafir atau musuh Allah dan sebenarnya bukan demikian (yakni orang yang dipanggil itu tidak kafir dan pula musuh Allah), maka ucapan itu akan kembali kepada orang yang menyatakan (menuduh) itu. (Dan dia itu akan menerima dosa kekafiran dan dosa menjadi musuh Allah). Benarkah Ahmadiyah kafir?

4 Komentar »

  ichanx wrote @ April 8, 2008 at 3:49 pm

Quote : “Orang yang mendapat wahyu dan ilham kemudian mendakwakan dirinya sebagai nabi dan rasul ia harus hidup sekurang-kurangnya 23 tahun (dihitung sejak menerima wahyu). (Kitab Nibras halaman 444).” — Rujukan yang aneh. Umur gw udah 27, berarti berhak jadi nabi dong ya? Secara gw sering mimpi, dan bingung ngebedain itu sekedar mimpi atau wangsit, atau malah wahyu… hahaha….

Quote : “Jadi kepercayaan Nabi Isa a.s. Hidup di langit dengan jasad kasarnya oleh umat Islam umumnya saat ini secara tak sadar ikut mendukung aqidah Kristen.” — setau gw ini bukan kepercayaan deh. Gak ada dalil yang pasti dan jelas mengenai hal ini. Tapi sesuatu yang masih diperdebatkan oleh para ahli tafsir dan ahli agama mengenai bagaimana keadaan nabi Isa setelah diangkat, apakah dalam bentuk jasad kasar atau ruhnya. Begitupula mengenai kapan turunnya, dalam wujud apa, dll.

QS Al Haqqah 45-46 ditujukan untuk Muhammad bukan Mirza. Apa karena Mirza gak kepotong pembuluh jantungnya berarti dia rasul/nabi beneran? Berarti Ahmad Musadeq juga Rasul beneran ya soalnya sampe sekarang masih idup aja tuh. Kesimpulan yang aneh….

Apakah Ahmadiyah kafir? Gw balik, apa pandangan Ahmadiyah terhadap muslim yang belum ber-baiat? Apakah gw yang belum berbaiat ke Ahmadiyah bukan orang kafir? Kalo Ahmadiyah tidak menganggap muslim lain sebagai orang kafir, gw tantang Ahmadiyah untuk ikut shalat Jumat ke mesjid non-ahmadiyah… terserah mo mesjid NU, Muhammadiyah, Persis, atau mesjid apapun… Mau gak kalian para ahmadie shalat di-imam-in ama non ahmadiyah? Gak mau kan? Ya iyalah, kalian sendiri para ahmadie menganggap Islam selain kelompok kalian sebagai Islam sesat…. Masa gak mau disebut sesat balik sih? Hehehe….

  3lits wrote @ April 17, 2008 at 11:59 am

Ass,kalau mengaku sebagai ISLAM,kanu harus mengakui bahwa NABI NUHHAMAD adalah Rasul terakhir dong.Ada-ada saja.kalu menafsirkan sesuatu jangan asal comot saja……..manado

  3lits wrote @ April 17, 2008 at 12:04 pm

Ass…kalu kamu mengaku sebagai Islam,kamu harus mengakui bahwa NABI kita yang terakhir adalah NABI MUHAMMAD SAW.tak ada yang lain.Kembalilah kepada ALQUR_AN dan Hadits .Manado

  pangsit wrote @ Juni 15, 2008 at 5:34 pm

hehehe… setiap orang selalu membenarkan apa yang di yakini dirinya. tapi satu hal yang kuyakini bahwasannya Al-Qur’an dan sunnah rosul itu adalah kebenaran yang nyata dan nabi isa, memang masih belum turun. tapi aku tak mempersoalkan itu semua. kadang aku berfikri begini? Tuhan itu maha kuat dan maha menenntukan, Allah bisa saja membuat semua manusia di alam semesta untuk patuh pada ajaran islam. tapi kenapa Allah tidak melakukannya? kenapa harus ada yang lahir di lingkungan kristen dan kemudian menjadi kristen. ada juga yang lahir di lingkungan muslim dan menjadi muslim? trus mereka mereka yang hidupnya di tengah hutan belantara, dan terlahir sebagi seorang suku indian misalnya, yang hanya kenal dengan hutan dan tak tahu dunia luar. jika kita menganggap kafir mereka? dan yang kafir masuk neraka. bukankah itu aneh! bearti tuhan tidak adil dong. ketahuilah saudara-saudaraku semuanya, Allah lah yang akan menentukan apakah kita nanti masuk syurga atau neraka. adakah yang berani menjamin 100% amal ibadah kita akan mampu menolong kita saat hari pengadilan kelak? “tidakkan” nah itu berarti menunjukkan. bahwasannya agama adalah jalan, jalan menuju Allah. itulah intinya. terserah mau lewat yang mana, yang paling mudah jelas lah lewat Agama islam. karena manualnya sudah lengkap. yakni Al-Qur’an dan hadist sebagai piranti GPS, penunjuk arah kebenaran. kalo ada yang mau lewat jalan lain ya… silahkan monggo monggo mawon. itu hak pribadi anda.

saya bukanlah orang yang faham dalil ini itu, atau hadist siapa dan siapa. yang saya pernah dengar dari seorang mubaligh adalah ayat yang intinya “allah menciptakan manusia yang berbeda-beda suku agar mereka saling mengenal”. dari situlah baru saya menyadari bahwasannya perbedaan baik itu suku atau agama seperti islam, kristen, hindhu, budha dan lain2nya, merupakan suratan ilahi. jadi yang penting hidup itu saling menghormati dan menghargai, jika memang ahmadiyah mengaaggap orang diluar dirinya adalah kafir. jelaslah ahmadiyah tidak menghormati sesama mahluk Tuhan. demikian pula dengan mereka2 yang berada diluar ahmadiyah. ingatlah kebenaran adalah milik Tuhan, Al-Qur’an bisa ditafsirkan dari berbagai sudut pandang karena demikian luas dan Dahsyatnya ayat2 yang terkandung dalam Al-qur’an. mungkin kita sudah beribadah ini itu, menyerukan kebenaran kemana-mana, menghadiri pengajian2 rutin maupun akbar, menyisihkan sebagian harta untuk beramal. tapi ada satu hal yang luput dan melupakan HAL yang paling penting di dalam Islam dan setiap Agama. yakni “menghormati sesama”. kita kadang merendahkan orang lain karena mereka berbeda keyakinan dengan kita, kita beranggapan kita lah yang benar, dan kita jadi takabur karenanya. saya yakin islam adalah kebenaran sejati, akan tetapi diri ini yang mengaku islam, sudah benarkah perbuatan kita ini? benarkah kita di mata Tuhan. mungkin kita terlalu takabur dengan islam sebagai agama. sehingga kita lupa kita harus bercermin pada siapa? ya… siapa lagi kalo bukan kepada junjungan nabi kita Rosulullah Muhammad SAW. beliaulah symbol kebenaran, kebaikan dan kedamaian ajarannya. “beliau menghormati sesama” cuma itulah yang saya tahu

Salam hangat!!!

Komentar Anda

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>